Friday, January 2, 2015

Compassion!

1897
Oil on canvas
280 x 130 cm
(110.24" x 51.18")
Musee d'Orsay (Paris, France)

Ketika kita melihat The Compassion, 1897, pada pandangan pertama penonton  menafsirkan lukisan ini hanya gambaran Kristus di kayu Salib, dengan orang suci
lain. Sebuah gambaran tidak berbeda dengan ribuan lukisan Yesus di salib lainnya; namun pada kenyataannya, subjek lukisan ini memperlihatkan sesuatu yang lain, memperlihatkan kasih, cinta melalui pengorbanan Yesus.
Pria dengan kepala di dada Yesus adalah representasi dari setiap manusia secara keseluruhan. Pria dalam lukisan itu menunjukkan empati yang sama dengan memikul salib simboliknya sendiri, ia telah menemukan jalan ke Yesus dan menemukan penebusan-Nya sendiri. Banyak orang Kristen memakai salib di leher mereka untuk mewakili keyakinan yang sama, bahwa mereka juga telah dikorbankan dengan Kristus.
Dalam Alkitab, Yesus jatuh dalam perjalanan ke Kalvari, seorang laki-laki dari kerumunan, Simon dari Kirene, menghampiri Yesus dan memikul salib-Nya, yang merupakan inspirasi simbol bahwa pengorbanan ini diterima secara luas. Darah Kristus jatuh ke tangannya, pengorbanan darah yang dibuat untuk kepentingan nya, kepentingan manusia.
Di atas salib ada tulisan "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi" dalam tiga bahasa, Yunani, Latin, dan Aram. Meskipun dalam banyak penggambaran, Kristus disalibkan di puncak gunung, Bouguereau memilih untuk menggambarkan penyelamatan di gurun tandus, simbolik dari  kehidupan spiritual manusia sebelum menemukan jalan kepada Kristus. Bouguereau memilih untuk tetap menjaga lukisan ini, yang menunjukkan pentingnya agama dalam hidupnya, dan lukisan itu tetap berada di studio sampai baru-baru ini disumbangkan ke Musee d'Orsay, Paris, Perancis.

Oleh Kara Lysandra Ross
https://www.artrenewal.org/

No comments:

Post a Comment