1897
Oil on canvas
280 x 130 cm
(110.24" x 51.18")
Musee d'Orsay (Paris, France)
Ketika kita melihat The Compassion, 1897, pada pandangan pertama penonton menafsirkan lukisan ini hanya gambaran Kristus di kayu Salib, dengan orang suci
lain.
Sebuah gambaran tidak berbeda dengan ribuan lukisan Yesus di salib lainnya;
namun pada kenyataannya, subjek lukisan ini memperlihatkan sesuatu yang lain,
memperlihatkan kasih, cinta melalui pengorbanan Yesus.
Pria dengan kepala di dada Yesus adalah representasi dari
setiap manusia secara keseluruhan. Pria dalam lukisan itu menunjukkan empati
yang sama dengan memikul salib simboliknya sendiri, ia telah menemukan jalan ke
Yesus dan menemukan penebusan-Nya sendiri. Banyak orang Kristen memakai salib
di leher mereka untuk mewakili keyakinan yang sama, bahwa mereka juga telah
dikorbankan dengan Kristus.
Dalam Alkitab, Yesus jatuh dalam perjalanan ke Kalvari,
seorang laki-laki dari kerumunan, Simon dari Kirene, menghampiri Yesus dan
memikul salib-Nya, yang merupakan inspirasi simbol bahwa pengorbanan ini
diterima secara luas. Darah Kristus jatuh ke tangannya, pengorbanan darah yang
dibuat untuk kepentingan nya, kepentingan manusia.
Di atas salib ada tulisan "Yesus dari Nazaret, Raja
orang Yahudi" dalam tiga bahasa, Yunani, Latin, dan Aram. Meskipun dalam
banyak penggambaran, Kristus disalibkan di puncak gunung, Bouguereau memilih
untuk menggambarkan penyelamatan di gurun tandus, simbolik dari kehidupan spiritual manusia sebelum
menemukan jalan kepada Kristus. Bouguereau memilih untuk tetap menjaga lukisan
ini, yang menunjukkan pentingnya agama dalam hidupnya, dan lukisan itu tetap berada
di studio sampai baru-baru ini disumbangkan ke Musee d'Orsay, Paris, Perancis.
Oleh Kara Lysandra Ross
https://www.artrenewal.org/